Tampilkan postingan dengan label HUMOR POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HUMOR POLITIK. Tampilkan semua postingan

Kesalahan Prosedur Penyelamatan Tentara yang Disandera

Posted by janudin oke Sabtu 0 komentar


Tujuh orang prajurit tewas dibantai tentara separatis dan beberapa orang prajurit disandera. Maka segera dilakukan operasi untuk mencari prajurit yang masih disandera. Karena prajurit yang disandera tidak ditemukan, maka komandan lapangan emosi dan akhirnya menghajar para pemuda yang diduga anggota separatis hingga empat orang tewas dan puluhan orang babak belur. Komandan lapangan akhirnya ditahan karena dituduh salah prosedur. Panglima tentara menjenguk dan bertanya pada komandan lapangan.

Panglima : "Kenapa kamu menyalahi prosedur?"
Mayor Jono: "Karena semuanya tutup mulut, Jendral."
Panglima : "Biarpun mereka tutup mulut,sebaiknya kita sabar saja. Sekarang TNI lagi disorot, jadi harus hati-hati."

Mayor Jono: "Bagaimana nggak emosi, Tujuh anak buah saya tewas, dan lima prajurit lagi sedang disandera dan disiksa. Apakah Jendral akan tinggal diam jika menjadi saya?"
Panglima : "Ya!!!"
Mayor Jono: "Gila! Jendral sudah gila!!!"

Panglima : "Saya tidak gila Mayor, Saya pakai akal yang logis. Pertama, tentara sedang disorot, kedua, warga sekitar masih trauma akibat operasi ini. Ketiga... "
Mayor Jono: "Yang ketiga apa Jendral?"
Panglima: "Pajurit kita masih buaanyak!!"
Mayor Jono : "????!!!!!"

Read More..

Pengumuman Lari Pagi Tentara

Posted by janudin oke 0 komentar


Sersan membuat sebuah pengumuman pagi untuk sekelompok tamtama pendatang baru di kamp pelatihan: "Hari ini, saya memiliki beberapa kabar baik dan kabar buruk. Pertama, yang baik. Kopral Jono akan menjadi pematok kecepatan pada lari pagi kita."

Satu peleton itu sangat gembira, karena Kopral Jono memiliki kelebihan berat badan dan sangat lambat. Tapi kemudian sersan melanjutkan pernyataannya:

"Sekarang untuk berita buruk: pada lari pagi kita kali ini Kopral Jono akan mengemudi truk."

Read More..

Merampok Politisi

Posted by janudin oke 0 komentar


Pada suatu malam, seorang perampok mengenakan topeng melompat ke jalan menodong pria berpakaian rapi dengan pistol di tulang rusuknya.

"Berikan uang Anda," katanya.

Marah, pria itu menjawab, "Kamu tidak bisa melakukan ini! Saya seorang anggota DPR!"

"Kalau begitu," jawab perampok, "berikan uang SAYA!"

Read More..

Banjir DKI Jakarta, Siapa yang Salah?

Posted by janudin oke 0 komentar


Di sela-sela warga jakarta kebanjiran, para Mantan Gubenur dan Gubernur saling berdebat. Coba simak kata-kata obrolan para mantan Gubernur DKI saat meninjau banjir...

Sutiyoso : "Zaman saya dulu banjirnya gak separah ini lho Fok..!!"

Foke : "Apalagi Zaman saya mas Yos... Gak pernah banjir sebesar ini..."

Jokowi : "Sudah... sudah... kalian ndak usah ribut, memang yang salah itu saya, kenapa TELAT JADI Gubernur DKI..."

Read More..

Proyek Pembangunan Jembatan

Posted by janudin oke 0 komentar


Pada suatu hari seorang dari partai politik datang ke sebuah kampung untuk melakukan kampanye pemilihan kepala daerah.

"Kita akan membangun sebuah jembatan yang besar di kampung ini."

Salah seorang waga di situ bertanya, "Tapi pak, di sini tidak ada sungai, buat apa membangun jembatan?"

Politisi itu pun dengan senyum ramahnya menjawab,

"Kalau begitu, nanti tentu saja kita akan membangun sungai juga di sini."

Read More..

Adolf Hitler Menonton Bioskop

Posted by janudin oke 0 komentar


Pada suatu hari, dengan mengenakan pakaian preman, Adolf Hitler masuk dan duduk di sebuah gedung teater di kota Berlin untuk menonton film.

Saat layar film di depan muncul adegan Hitler sedang berapi-api berpidato di atas podium, semua penonton di dalam teater segera pada berdiri dan dengan serentak mengacungkan tangan kanan masing-masing menirukan gerak-gerik Hitler saat berpidato.

Di seantero gedung teater itu hanya Hitler seorang diri saja yang duduk tak bergeming di situ. Seorang penonton muda yang duduk tak jauh di sebelahnya tiba-tiba membungkukkan badannya dan dengan bisik-bisik berkata kepada Hitler:

"Perasaanku sebenarnya sama dengan kamu, hanya aku tak berani seperti kamu dengan berani menentang dia secara blak-blakan."

Read More..

Perbuatan Tidak Terpuji Seorang Narapidana

Posted by janudin oke 0 komentar


Saat melakukan inspeksi ke sebuah penjara, seorang anggota DPR bertanya kepada seorang penjahat: "Kamu dulu pernah melakukan perbuatan yang tak terpuji apa saja?"

"Aku telah menjambret seuntai kalung emas seorang nenek, dan aku juga pernah melecehkan seorang gadis di tengah jalan dengan kata-kata yang tak senonoh."

"Lalu apa pula yang kamu lakukan?"

"Saat pemilihan anggota parlemen pada 2 tahun yang lalu, aku telah memasukkan surat suara untuk mendukung Bapak."

Read More..

Cara Mengganti Kepala Negara

Posted by janudin oke 0 komentar


Orang Amerika dengan sombongnya berkata: "Kami pagi hari memberi suara, sore harinya sudah tahu siapa yang menjadi presiden kami."

Orang Cina dengan sikap dingin berkata: "Aduh, kalian ini bodoh engga? Kami hari ini memberi suara, tahun yang lalu kami sudah tahu siapa presiden kami."

Dengan sikap meremehkan, orang Korea Utara berkata kepada orang Amerika dan orang Cina: "Kami tak usah memberi suara, sejak kecil sudah tahu pemimpin kita siapa."

Dengan sikap apatis, orang Jepang berkata: "Kami selalu memberi suara, tetapi kami tidak pernah mengetahui siapa nanti yang akan menjadi Perdana Menteri."

Orang Rusia dengan tersenyum dingin berkata: "Di negeri kami, bila sudah capek jadi presiden terpilih bisa diganti menjadi Perdana Menteri, dan sebaliknya bila sudah capek jadi Perdana Menteri juga bisa diganti menjadi presiden terpilih."

Setelah memandang mereka masing-masing dengan sikap ragu-ragu, orang Kuba menanya dengan suara lembut: "Bang, seorang pemimpin apa masih bisa diganti?"

Orang Irak menjawab dengan lantang: "Sudah tentu bisa, kenapa tidak! Kalau bukan diri kita yang menggantinya, orang Amerikalah nanti yang akan menunjuk dan mengganti untuk kita."

Read More..

Cara Menjadi Politikus

Posted by janudin oke 0 komentar


Pada suatu hari, ada orang menanya Perdana Menteri Inggeris: "Apa syarat-syaratnya untuk menjadi seorang politikus.?"

Perdana Menteri menjawab: "Politikus harus bisa meramalkan hari besok, bulan depan, tahun yang akan datang, dan beberapa hal ikhwal yang mungkin akan terjadi kelak."

Orang itu menanya lebih lanjut: "Kalau sampai waktunya, hal yang diramalkan tersebut tidak juga terwujud, bagaimana? Apa yang harus kita perbuat?"

Perdana Menteri berkata: "Nah, saat itu sudah sewajarnya kita perlu mencari dan membuat suatu alasan yang rasional."

Read More..

Total Tayangan Laman

Ubah Bahasamu

[ Arsip Blog ]